Pernah mengalami zaman ketika telepon rumah (fixed phone)
disambungkan ke internet melalui line telepon dari Telkom dengan layanan
TelkomNet Instan?jika pernah, maka bagaimana kecepatan yang diperoleh,
pastilah kurang memuaskan karena transmisi maksimum sebesar 56Kbps. Ya,
saya bilang maksimum karena untuk memperoleh koneksi downlink sebesar itu, rasanya tidak mungkin karena terdapat kendala lain sehingga throughput ke end user kurang dari 56Kbps. Koneksi dial-up adalah suatu cara untuk mengakses internet melalui jalur/line
telepon tetap maupun bergerak. Biasanya ini dilakukan dirumah dimana
komputer sudah terpasang modem, sehingga line telepon port RJ-11 dilepas
dari KTB (Kotak Terminal Batas) dan langsung dicolokkan ke modem.
Secara umum bahwa transmisi paket datanya menggunakan sistem Jaringan
Lokal Akses Tembaga (JARLOKAT). Berikut ini gambaran secara garis besar
JARLOKAT.
STO : Sentral Telepon Otomat |
RPU : Rangka Pembagi Utama |
RK : Rumah Kabel |
KP : Kotak Pembagi atau biasa disebut
DP (
Distribution Point) |
Pswt : Pesawat Telepon/
CPE (
Customer Premises Equipment).
(
Sumber : Mata Kuliah Jaringan Telekomunikasi IT Telkom – http://ittelkom.ac.id/library)
2. xDSL PPoE/PPTP
Nah, ada yang berlangganan telkom speedy?kalo iya, maka bagian ini salah
satu materi penopang teknologi yang digunakan telkom untuk layanan
speedy. DSL (
Ditigal Subscriber Line) merupakan teknologi akses
data yang menggunakan saluran kabel tembaga untuk layanan broadband.
Teknologi ini menggunakan skema modulasi untuk kompresi data pada kabel
tembaga biasa. Kalau istilah xDSL sendiri untuk menyebut semua jenis
DSL. “
x” disini merupakan prefiks dari teknologi DSL,
karena teknologi ini mempunyai beberapa varian, yaitu HDSL, ADSL, IDSL,
SDSL, VDSL, dan lain-lain. Kelebihan xDSL yaitu dapat membawa informasi
berupa data atau suara dengan kecepatan antara 128Kbps hingga 8Mbps.
Secara singkat saja, saya tidak akan membahas satu persatu secara detail
karena kemampuan ilmu saya yang belum sampai ke akar-akarnya untuk
teknologi ini. Sumber bacaan yang saya ambil adalah dari
www.tomohoners.com/showthread.php?t=1932 dan pengetahuan sendiri.
ADSL :
Asymmetric Digital Subscriber Line
merupakan teknologi baru yang mampu membawa lebih banyak data
(kapasitas) dengan menggunakan media kabel telepon tembaga biasa /
eksisting (POTS-
Plain Old Telephone Service). ADSL bisa
mendukung data rates dari 1.5 sampai 9 Mbps downstream dan dari 16
sampai 640 Kbps upstream. Transmisi data menggunakan teknologi ADSL
dapat digunakan bersamaan untuk transmisi telepon biasa (suara).
SDSL :
Symmetric Digital Subscriber Line
merupakan teknologi baru yang mampu membawa lebih banyak data
(kapasitas) dengan menggunakan media kabel telepon tembaga biasa /
eksisting (POTS). SDSL sendiri bisa mendukung data rates sampai 3 Mbps.
SDSL bekerja dengan cara mengirim pulsa digital pada frekuensi tinggi
melalui kabel telepon biasa dan tidak dapat bekerja bersamaan dengan
transmisi telepon biasa (suara) pada kabel yang sama.
VDSL :
Very High Speed Digital Subscriber Line
sebenarnya masih belum ada ratifikasi tentang standar yang digunakan.
Akan tetapi teknologi ini mampu mentransmisikan data hingga 13 Mbps – 55
Mbps pada jarak pendek, antara 1000 sampai 4500 feet (300 – 1500
meter), menggunakan twisted pair copper wire. Semakin pendek (dekat)
jarak, makin besar kapasitas dan data rate. VDSL dapat digunakan sebagai
teknologi atau media akses last mile yang menghubungkan end users di
perumahan atau perkantoran ke jaringan Fibre Optic Ring atau Optical
Network Units (ONUs) sebagai jaringan backbone utama. Dengan arsitektur
ini VDSL users akan mendapatkan bandwidth maksimal yang tersedia melalui
kabel telepon biasa (twisted copper).
HDSL :
High Bit Rate Digital Subscriber Line
merupakan teknologi aplikasi pada jaringan lokal tembaga untuk
menyalurkan layanan E1 (2Mbps). Kapasitas kabel yang digunakan adalah 1,
2 dan 3 pair kabel. Aplikasi ini juga dapat diintegrasikan dengan
perangkat lain untuk menghasilkan layanan yang lebih kecil dari 2 Mbps.
Sekarang apa yang dimaksud dengan PPPoE dan PPTP itu sendiri?
PPPoE atau
Point to Point Protocol over Ethernet
merupakan protokol jaringan untuk meng-enkapsulasi PPP (Point to Point
Protocol) ke dalam Ethernet frame. Protokol ini digunakan untuk koneksi
internet menggunakan teknologi ADSL dimana user terhubung ke ADSL
transceiver atau modem ADSL.
Sedangkan
PPTP kependekan dari
Point to Point Tunelling Protocol.
Protocol ini digunakan untuk penerapan VPN (Virtual Private Network).
Protokol ini masih belum diratifikasi oleh IETF akan tetapi dapat dibaca
pada RFC2637, silakan lihat di IETF (Internet Engineering Task Force)
pada halaman
http://www.ietf.org/rfc/rfc2637.txt
3. Cable Modem
Cable Modem merupakan modem yang menyediakan dua arah komunikasi sata
melalui frekuensi radio (RF) pada infrastruktur saluran CATV (Cable TV).
Kabel modem ini terutama digunakan untuk memberikan akses internet
broadband dalam bentuk internet cable dengan mengambil bandwidth yang
tinggi dari jaringan televisi kabel.
4. ISDN
Singkatan Integrated Services Digital Network, sebuah standar
telekomunikasi internasional untuk suara, video dan data melalui saluran
telepon digital atau saluran telepon biasa. ISDN mendukung data
transfer rates lebih dari 64 Kbps (64,000 bits per second).
Terdapat dua jenis ISDN, yaitu:
1.
BRI (
Basic Rate Interface) yaitu terdiri dari dua 64Kbps B-Channel dan satu D-channel untuk kontrol transmisi informasi. Biasanya ditulis dengan rumus
2B+1D.
2.
PRI (
Primary Rate Interface) yaitu terdiri dari 23 B-Channels dan 1 D-Channel versi US atau 30 B-Channels dan 1 D-Channel versi Eropa.
Versi asli ISDN menggunakan transmisi baseband. Versi lain, disebut
B-ISDN, menggunakan broadband dan mendukung data rates sampai 1.5 Mbps.
B-ISDN memerlukan kabel fiber optic.
5. LAN
LAN / Local Area Network merupakan jaringan komputer yang jaringannya
hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung,
kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan
LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3. Ethernet menggunakan perangkat
switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000
Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau
biasa disebut
Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi
Wi-fi (Wireless Fidelity) biasa disebut dengan
hotspot. (sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Local_Area_Network)
Teknologi LAN menggunakan Ethernet Card dalam bentuk kabel Twisted Pair
maupun menggunakan teknologi Nirkabel. Cakupan yang dibentuk sebenarnya
luas, karena dibagi dalam 3 klasifikasi yaitu
LAN (
Local Area Network),
MAN (
Metropolitan Area Network), dan
WAN (
Wide Area Network).
Jaringan LAN kabel antara dua komputer dikenal dengan sebutan P2P atau
Peer to Peer sedangkan untuk teknologi wireless disebut dengan jaringan
Ad-hoc.
6. T1
Sebutan T1 merupakan sebutan untuk sebuah sirkuit yaitu sambungan
telepon digital yang digunakan di Amerika yang terdiri dari 24 kanal
dengan kecepatan masing-masing 64 Kbit per detik dan kecepatan
keseluruhan 1.544 Mbit per detik. Sambungan telepon ini dimiliki oleh
perusahaan telekomunikasi, dengan setiap kanal dapat dikonfigurasi untuk
melewatkan data atau suara dan setiap kanal dapat dijual
terpisah-pisah, yang dinamakan fractional T1.
7. Wireless Connection
Koneksi Wireless merupakan koneksi yang tanpa menggunakan kabel. Media
transmisinya menggunakan gelombang cahaya untuk menghubungkan antar
perangkat yang ada. Selain itu, transimisinya dilakukan menggunakan
gelombang radio dengan frekuensi tertentu, misalnya adalah bluetooth.
Untuk koneksi internet, diperkenalkan oleh asosiasi yang bernama Wi-Fi
atau Wireless Fidelity yang diikuti berbagai perusahaan/vendor besar
perangkat keras maupun lunak bidang telekomunikasi di seluruh dunia.
Spesifikasi untuk Wi-Fi ini diberi label IEEE 802.11 sebagai standar
untuk Jaringan Komunikasi Nirkabel (dapat pula untuk membentuk WLAN atau
Wireless Local Area Networks).
Spesifikasi IEEE 802.11 dikeluarkan oleh asosiasi Wi-Fi dan IEEE
(Institut of Electrical and Electronic Engineering) yaitu ada 4, akan
tetapi yang selesai digarap baru 3 spesifikasi. .Diantaranya adalah
Spesifikasi 802.11 a, 802.11 b, 802.11 g, dan 802.11 n. Untuk standar
penggunaan saat ini yaitu menggunakan spesifikasi 802.11 b/g dengan
kecepatan transmisi data up to 54 Mbps dan frekuensi band 2.4 GHz.